Menghitung Volume Pekerjaan Finishing

[RAB] Dalam tulisan ini, pekerjaan finishing dikelompokkan dalam pekerjaan pengecatan dan pekerjaan pembersihan lahan.

Pekerjaan Pengecatan

Pekerjaan pengecatan adalah pekerjaan akhir (finishing) atau pewarnaan setelah pekerjaan bagian yang kan dicat selesai dikerjakan. Pada umumnya pengecatan dinding dan plafon menggunakan cat tembok dengan campuran air.

Untuk pekerjaan pengecatan kayu digunakan cat minyak dengan campuran air. Disarankan dalam pemberian warna untuk ruang yang berukuran relatif kecil sebaiknya memakai warna cat yang terang (warna muda). Warna terang akan memberikan kesan ruangan menjadi kesan lebih luas. Warna tua sebaiknya digunakan pada ruangan yang relatif lebih besar.

Pekerjaan pembersihan lahan

Pekerjaan pembersihan lahan merupakan pekerjaan paling akhir dari semua pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pekerjaan ini meliputi pembersihan lahan dari sisa-sisa pekerjaan, baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. Adapun jenis pekerjaan tersebut antara lain:
  • Pembersihan  puing-puing  sisa adukan, sisa batu bata, sisa genteng, sisa tanah, kaleng – kaleng cat, kayu dan sebagainya.
  • Pembersihan lantai (dinding keramik) dari bekas pengectan plafon maupun kusen serta adukan semen dari pengecoran nat keramik
  • Pembersihan kusen, pintu dan jendela dari bekas pengecatan dinding maupun plafon
  • Pembersihan kaca pintu maupun jendela akibat pengecatan

Pekerjaan pembersihan lahan dianggap selesai bila pekerjaan-pekerjaan diatas telah dilaksanakan dengan benar dan berfungsi dengan baik. Satuan dalam menghitung volume pembersihan lahan setelah selesai umumnya dengan lumsum, tergantung volume puing yang akan dibuang keluar lokasi pekerjaan.


Baca cara menghitung volume:

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menghitung Volume Pekerjaan Finishing"

Post a Comment