Klasifikasi Geosintetik

Geosintetik adalah suatu produk berbentuk lembaran yang terbuat dari bahan polimer lentur yang digunakan dengan tanah, batuan atau material geoteknik lainnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari suatu oekerjaan struktur atau sistem (ASTM D4439)

Istilah geosintetik terdiri dari dua bagian, yaitu geo yang berhubungan dengan tanah dan sintetik yang berarti bahan buatan manusia. Berbagai jenis geosintetik telah digunakan di Indonesia sejak tahun 1980an. Produk yang banyak digunakan adalah geotekstil, geogrid dan geomembran.

Berdasarkan bentuk fisik, geosintetik terbagi menjadi dua jenis yaitu tekstil dan jaring (web).

Klasifikasi Geosintetik

Geosintetik berbentuk tekstil:

  1. Berdasarkan sifat kelulusan air (permeabilitas), geosintetik berbentuk tekstil dapat dibagi menjadi kedap air dan lolos air. Geotekstil adalah jenis geosintetik yang lolos air yang berasal dari bahan tekstil. Geomembran dan Geosynthetic Clay Liner (GCL) merupakan jenis geosintetik kedap air yang biasa digunakan sebagai penghalang zat cair.
  2. Geotekstil kemudian dikelompokkan berdasarkan proses pembuatannya. Jenis geotekstil yang utama adalah teranyam (woven), tak-teranyam (non-woven) dan rajutan (knitted). Proses penganyaman untuk geosintetik teranyam sama dengan pembuatan tekstil biasa. Geotekstil tak-teranyam dilakukan dengan teknologi canggih dimana serat polimer atau filamen didesak keluar dan dipuntir secara menerus, ditiup atau ditempatkan pada suatu sabuk berjalan. Kemudian massa filamen atau serat tersebut disatukan dengan proses mekanis dengan tusukan jarum-jarum kecil atau disatukan dengan panas dimana serat tersebut “dilas” oleh panas dan/atau tekanan pada titik kontak serat dengan massa teksil tak-teranyam.

Geosintetik berbentuk jaring (web) yang terdiri dari geosintetik dengan jaring rapat dan jaring terbuka.

  1. Net dan matras merupakan salah satu jenis geosintetik berbentuk jaring rapat.
  2. Geogrid merupakan suatu contoh dari jenis geosintetik yang berbentuk jaring (web) terbuka. Fungsi geogrid yang utama adalah sebagai perkuatan. Geogrid dibentuk oleh suatu jaring teratur dengan elemen-elemen tarik dan mempunyai bukaan berukuran tertentu sehingga saling mengunci (interlock) dengan bahan pengisi di sekelilingnya

Saat ini terdapat beberapa material yang dikombinasikan antara geotekstil dengan geomembran atau bahan sintetik lainnya untuk mendapatkan karakteristik terbaik dari setiap bahan. Produk tersebut dikenal sebagai geokomposit dan produk ini dapat berupa gabungan dari geotekstil-geonet, geotekstil-geogrid, geotekstil-geomembran, geomembran-geonet, dan bahkan struktur sel polimer tiga dimensi. Kombinasi bahan-bahan pembentuk geokomposit tersebut sangat banyak dan hampir tidak terbatas. Selain itu terdapat juga tipe-tipe geosintetik lain seperti geosynthetic clay liner, geopipa, geofoam,

Contoh Geotekstil Bersifat Lulus Air
Geotekstil Bersifat Lulus Air
Tak Teranyam
Geotekstil Bersifat Lulus Air
Teranyam
Geotekstil Bersifat Lulus Air
Rajutan

Contoh Geotekstil Bersifat Kedap Air
Geotekstil Bersifat Kedap Air
Geomembran
Geotekstil Bersifat Kedap Air
Geosynthetic Clay Liner

Contoh Geogrid

Geogrid


Contoh Geokomposit
Geokomposit
Geomembran dan Geotekstil Tak-teranyam
Geokomposit
Geogrid dan Geotekstil Tak-teranyam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Klasifikasi Geosintetik"

Post a Comment